Konsep Pemrograman WordPress Sebagai CMS

Pemrograman WordPress Sebagai CMS

Konsep Pemrograman WordPress Sebagai CMS

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, WordPress merupakan sebuah CMS (Content Management System) yang handal. Apa itu CMS? Kalau kita mencari di Google mengenai definisi CMS, kita akan menemukan banyak sekali penjelasannya.

Pada tulisan kali ini, saya ingin membahas konsep bagaimana hubungan WordPress sebagai CMS dengan pemrogramannya.

Bagaimana kita mendesain untuk WordPress, bagaimana kita menciptakan plugin baru untuk WordPress. Dengan mengerti bagaimana konsep CMS khususnya WordPress, kita akan dapat membuat modifikasi, menambah, bahkan menghapus fungsi-fungsi WordPress seperti apa yang kita inginkan.

Konsep CMS adalah sebuah platform website dimana terdiri dari 2 bagian besar, backend dan frontend. Backend adalah tempat kita mensetting segala sesuatunya mengenai website kita.

Dalam WordPress, admin dashboard merupakan backendnya. Sementara frontend adalah tampilan website kita dari depan, bagian yang dikunjungi oleh visitor, yang terindex oleh search engine, yang kita desain keindahannya…:)

Settingan dari backend juga bisa digunakan untuk mengatur backend itu sendiri apabila memang diciptakan untuk itu.

Seperti kita lihat pada gambar, hasil settingan backend disimpan di database. Frontend mengambil data-data yang diperlukan guna mengatur dirinya dari database.

Pada tahap awal WordPress diinstall, WordPress memberikan nilai-nilai awal untuk langsung bisa dipakai oleh frontend. Begitu pula apabila kita akan mengembangkan sebuah plugin atau theme untuk WordPress.

WordPress memiliki sebelas buah database inti yang dibuat ketika pertama kali WordPress diinstall dalam hosting. Kesebelas buah database inti tersebut diantaranya adalah :

  • wp_comments: Berisi semua comment di WordPress. Masing-masing comment terkait dengan post menggunakan ID dari post yang bersangkutan.
  • wp_commentsmeta: Berisi metadata untuk comment.
  • wp_links: Berisi semua link yang ditambahkan melalui bagian Link Manager.
  • wp_options: Menyimpan semua data option. Juga berisi option milik plugin, data plugin dan theme yang aktif, serta yg lainnya.
  • wp_postmeta: Berisi metadata dari semua post.
  • wp_posts: Berisi semua post, pages, media, dan revisinya. Database ini biasanya merupakan database terbesar ketimbang yang lainnya.
  • wp_terms: Berisi semua taksonomi website.
  • wp_term_relationships: Taksonomi yang tergabung dengan content.
  • wp_term_taxonomy: Berisi tujuan dari masing-masing taksonomi.
  • wp_users: Berisi data user yang ada dalam website (login, password, e-mail, dll).
  • wp_usermeta: Berisi metadata dari semua user  (first/last name, nickname, user level, dll).
Disamping database inti, kita juga bisa menciptakan database sendiri sesuai kebutuhan kita. Dalam perjalanan pengembangan aplikasi untuk WordPress, kita akan banyak menggunakan database, baik itu membuat, mengubah, menghapus, dan mengambil data.

Demikian artikel singkat ini dibuat. Dengan memahami konsep diatas lebih detail lagi, kita akan sangat mudah untuk dapat mengembangkan banyak aplikasi WordPress.

Next kita akan pelajari bagaimana mengatur backend dan frontend untuk kepentingan pengembangan aplikasi WordPress kita.

Post a Comment