Cara Membaca Kode Pemrograman Buatan Orang Lain

 
Cara Membaca Kode Pemrograman

Cara Membaca Kode Pemrograman

Dulu ketika pertama kali belajar pemrograman, saya seringkali ingin mencontoh fungsi hasil pemrograman yang telah dibuat orang lain, misalnya saja plugin wordpress.

Biasanya memang kita sebagai programmer, menginginkan adanya fitur tertentu dalam hasil pemrograman kita yang bisa kita contoh dari hasil pemrograman orang lain.

Namun hal ini kadang tidak selalu mudah, karena tiap orang memiliki gaya pemrograman sendiri-sendiri yang bisa sangat berbeda dengan gaya pemrograman kita.

Sebenarnya menurut saya lebih baik membuat plugin dari nol untuk menambahkan fungsi tertentu dalam plugin itu dari pada mengambil kode pemrograman orang lain dan mengadaptasikannya ke dalam plugin yang kita buat.

Namun hal ini mengharuskan kita mengerti dengan baik bagaimana menterjemahkan fungsi yang kita inginkan tersebut ke dalam bahasa pemrograman.

Ini seperti menuangkan keinginan kita ke dalam bahasa pemrograman. Yang penting kita harus sudah mengerti betul apa keinginan kita dan bagaimana mewujudkannya, inilah yang disebut algoritma.

Namun kadang juga terjadi ketika kita menginginkan suatu fitur dan tidak tahu bagaimana logika cara mewujudkannya. Untuk itu kita perlu “mencontek” kode pemrograman plugin yang sudah memiliki fitur seperti yang kita inginkan.

Kalau sudah begitu, kadang bisa membuat sakit kepala apabila kita harus membaca hasil pemrograman orang lain.

Jangankan hasil pemrograman orang lain, hasil buatan sendiri pun kalau sudah agak lama, saya sering bingung membaca bagian tertentu di pemrograman yang telah saya buat, ini apa maksudnya ya, kenapa seperti itu, dan lain-lain.

Kali ini saya ingin berbagi sedikit tips untuk membaca hasil pekerjaan pemrograman orang lain berupa software, misalnya pekerjaan berupa plugin atau theme wordpress.

Plugin atau theme wordpress itu dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dimana source codenya bisa dengan mudah kita lihat.

Kita juga bisa menemukan bahasa lain dalam plugin atau theme wordpress, misalnya javascript atau CSS, dimana kedua bahasa tersebut merupakan pemrograman client-side.

Baik, kita akan ambil contoh bahwa kita akan membaca hasil pemrograman berupa plugin.

Pertama-tama yang perlu dipahami adalah fungsi dari plugin itu sendiri. Ini berkaitan dengan cara menampilkan plugin yang bisa berupa admin dashboard atau penampilan yang dilihat oleh visitor website, kemudian logika dari fungsi plugin itu untuk apa dan bagaimana cara kerjanya.

Lalu kalau kita sudah memahami bagaimana plugin itu bekerja atau bagaimana cara mengoperasikan plugin itu, kita bisa masuk ke bagian dalam plugin itu, membaca kode pemrogramannya!

Untuk mempermudah, tips utamanya adalah kita tidak perlu membaca keseluruhan kode dalam plugin itu, cukup bagian tertentu yang dimana bagian itulah yang ingin kita tiru.

Kemudian ambil kodenya, buatlah plugin sederhana untuk bereksperimen dengan potongan kode yang kita ambil dari plugin buatan orang lain.

Eksperimen ini akan menaikkan kemampuan kita untuk memahami bagaimana cara kerja plugin itu di bagian yang kita tiru.

Cobalah untuk terus berekpserimen dengan penggalan kode tersebut, bagaimana kalau diubah menjadi begini, bagaimana kalau dimodifikasi menjadi begitu, apa yang terjadi, efeknya apa, dst.

Teman-teman, apabila kita sudah melakukan eksperimen-eksperimen tersebut, pasti kita akan segera menguasai bagaimana fitur yang kita inginkan tersebut bekerja.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana menentukan bagian kode mana yang sesuai dengan fitur yang kita inginkan.

Untuk mempercepat menemukan kode yang berkaitan dengan fitur yang kita inginkan adalah jangan berupaya memahami maksud secara detail baris per baris dari seluruh kode pemrograman.

Cukup pahami baris ini arahnya untuk apa, kalau tidak berhubungan dengan tujuan kita, baca next line, dan seterusnya.

Tidak perlu mengikuti alur looping secara detil, statement if – else detilnya seperti apa, dll.

Saya sering menggumam ketika membaca kode pemrograman orang lain, “oo.. ini untuk ini.., ini untuk itu…, nggak ada hubungannya dengan tujuan saya.. Nah, yang ini yang berhubungan dengan fitur yang saya inginkan…”

Demikian sedikit share ini saya buat, semoga bermanfaat. Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan komen di postingan ini ya.. Happy coding.

Post a Comment